HSTMurakata – Bank Syariah Indonesia (BSI) Regional IX Kalimantan terus menghadirkan inovasi untuk mempermudah masyarakat dalam berinvestasi emas. Melalui aplikasi super BYOND by BSI, nasabah kini dapat membeli, menjual, serta menabung emas secara lebih praktis dan aman, dengan kualitas setara emas Antam.
Regional CEO BSI Regional IX Kalimantan, Ricky Rikardo Mulyadi, mengungkapkan bahwa minat masyarakat Kalimantan Selatan terhadap investasi emas semakin tinggi. “Investasi emas di Kalimantan Selatan sudah meningkat pesat. Sebagai alternatif investasi yang lebih mudah, Tabungan Emas BSI memungkinkan nasabah untuk bertransaksi secara digital melalui aplikasi BYOND by BSI dengan keamanan dan kemudahan yang optimal,” ujar Ricky.
Selain fitur digital yang canggih, BSI juga sedang mempersiapkan peluncuran ATM Emas di berbagai lokasi strategis. “Dalam waktu dekat, ATM Emas akan tersedia di titik-titik terdekat, termasuk satu unit di Banjarmasin, yang akan memudahkan nasabah mencetak emas fisik langsung dari tabungan emas mereka,” tambah Ricky.
Langkah ini sejalan dengan peresmian layanan Bank Emas oleh Presiden Prabowo Subianto pada 26 Februari 2025, menjadikan BSI sebagai bank syariah pertama yang menyediakan layanan perbankan emas di Indonesia. Melalui layanan ini, masyarakat dapat berinvestasi emas dengan lebih aman dan efisien melalui platform digital.
Sebagai bagian dari ekspansi layanan emasnya, BSI telah menyiapkan 50 ATM Emas di berbagai kantor cabang di Indonesia sebagai proyek percontohan. ATM Emas ini berfungsi sebagai alat penarikan emas bagi nasabah yang sudah memiliki kecukupan gramase emas dalam tabungannya. Nasabah cukup memindai barcode yang muncul di aplikasi BYOND by BSI untuk mencetak emas mereka.
Namun, layanan ini masih dalam tahap pengujian dan perizinan guna memastikan standar keamanan dan aksesibilitas yang optimal. Saat ini, implementasi BSI ATM Emas masih dalam proses due diligence ke regulator terkait aspek keamanan, layanan, dan aksesibilitas lainnya.
Direktur Penjualan & Distribusi BSI, Anton Sukarna mengungkapkan, pada tahun 2025, BSI akan fokus pada dua lini utama dalam bisnis bank emas, yaitu penitipan emas dan perdagangan emas. Tiga layanan utama yang ditawarkan meliputi:
1. BSI Emas Digital – Jual-beli dan titip emas melalui aplikasi BYOND by BSI, memberikan kemudahan bagi nasabah dalam melakukan transaksi emas secara online.
2. BSI Gold – Layanan pembelian emas fisik secara tunai dan cicilan dengan harga kompetitif.
3. BSI ATM Emas – Inovasi terbaru yang memungkinkan nasabah mencetak emas fisik langsung di kantor cabang BSI.
BSI optimistis bahwa layanan ini akan semakin diminati, mengingat jumlah nasabahnya mencapai lebih dari 21 juta orang, dengan lebih dari 8 juta pengguna aktif aplikasi BYOND by BSI. Saat ini, operasional BSI didukung oleh 1.130 outlet dan lebih dari 600 tenaga profesional penaksir emas.
“Kami melihat investasi emas sebagai solusi bagi masyarakat untuk berbagai kebutuhan keuangan, termasuk persiapan pelunasan ibadah haji yang masa tunggunya bisa mencapai 15-20 tahun,” tutup Anton.